Keuntungan dan Tantangan Rumah Saja di Indonesia


Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, banyak orang mulai beralih ke kegiatan bekerja dari rumah saja. Ternyata, ada keuntungan dan tantangan yang harus dihadapi saat menjalani gaya hidup ini.

Salah satu keuntungan yang didapat dari rumah saja adalah dapat menghemat waktu dan biaya transportasi. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 20% pekerja di Indonesia merasa lebih produktif saat bekerja dari rumah. Hal ini juga dikuatkan oleh pendapat dari pakar manajemen, Bambang Sujatmiko, yang menyatakan bahwa bekerja dari rumah dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada tantangan yang harus dihadapi saat menjalani gaya hidup ini. Salah satunya adalah sulitnya memisahkan antara waktu kerja dan waktu istirahat. Menurut psikolog Riri Fitri Sari, “Bekerja dari rumah dapat membuat seseorang sulit untuk berhenti bekerja karena terus terhubung dengan teknologi.”

Selain itu, keuntungan dan tantangan rumah saja di Indonesia juga terkait dengan koneksi internet yang tidak stabil. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, masih banyak daerah di Indonesia yang belum tercover oleh jaringan internet yang memadai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja yang harus mengandalkan koneksi internet untuk bekerja dari rumah.

Meskipun demikian, banyak yang berpendapat bahwa keuntungan bekerja dari rumah lebih besar daripada tantangannya. Menurut pengusaha sukses, Toto Sugito, “Dengan bekerja dari rumah, kita dapat lebih fleksibel dalam mengatur waktu dan dapat lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan.”

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keuntungan dan tantangan rumah saja di Indonesia memang harus dihadapi dengan bijak. Dengan memaksimalkan keuntungan dan mengatasi tantangan, kita dapat menjalani gaya hidup ini dengan lebih efektif dan efisien.