Mengapa rumah tingkat semakin populer di Indonesia? Hal ini menjadi pertanyaan yang sering muncul di tengah-tengah masyarakat kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa tren rumah tingkat semakin digemari oleh banyak orang, baik itu untuk hunian pribadi maupun investasi properti.
Salah satu alasan mengapa rumah tingkat semakin populer di Indonesia adalah karena lahan yang semakin terbatas. Dengan semakin banyaknya penduduk dan keterbatasan lahan, rumah tingkat menjadi solusi yang efisien untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada. Hal ini juga dibenarkan oleh Arsitek Ahmad Djuhara yang mengatakan bahwa “dengan lahan yang semakin terbatas, rumah tingkat menjadi solusi yang tepat untuk mengakomodasi kebutuhan hunian.”
Selain itu, rumah tingkat juga dinilai lebih efisien dalam hal penggunaan ruang. Dengan desain yang vertikal, rumah tingkat memungkinkan penggunaan ruang yang lebih maksimal dibandingkan dengan rumah satu lantai. Hal ini juga disampaikan oleh Pakar Arsitektur Populer, Andra Matin, yang menyebutkan bahwa “rumah tingkat memberikan fleksibilitas dalam penggunaan ruang yang lebih baik.”
Tidak hanya itu, rumah tingkat juga dianggap lebih aman terutama dalam menghadapi bencana alam seperti banjir. Dengan posisi bangunan yang lebih tinggi, rumah tingkat cenderung lebih aman dari genangan air yang sering terjadi di musim hujan. Hal ini juga dikuatkan oleh Direktur Jenderal Permukiman Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, yang menegaskan bahwa “rumah tingkat dapat menjadi solusi dalam mengurangi risiko bencana alam seperti banjir.”
Dengan berbagai alasan tersebut, tidak heran jika rumah tingkat semakin populer di Indonesia. Selain efisien dalam penggunaan lahan dan ruang, rumah tingkat juga dianggap lebih aman dalam menghadapi bencana alam. Bagi Anda yang sedang mencari hunian atau berencana berinvestasi properti, rumah tingkat bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dipertimbangkan.